A .KOLERASI DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SAAT INI
Akhir-akhir ini penggunaan internet sebagai media penjualan atau promosi sangatlah booming begitu banyak pebisnis yang memanfaatkan internet sebagai alat bantu promosi dan bahkan sebagai tempat mereka menjual produknya dan terbukti sangatlah efektif dengan menggunakan cara tersebut, karena kalau kita melihat pada saat ini hampir tidak ada orang yang tidak bisa menggunakan fasilitas internet, hampir semua sudah bisa dan mudah untuk mengakses media internet sehingga ini yang dimanfaatkan oleh para pebisnis maupun perusahaan, dengan memanfaatkan fenomena jejaring social seperti facebook, twitter, my space dan lain-lain dan juga membuat web khusus tentang bisnis mereka yang mudah untuk diakses
Pada Bidang Teknologi Informasi ini dapat memberi prospek pada bangsa Indonesia yang tengah dilanda krisis ekonomi. Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya.IT atau informasi teknologi yang tadinya hanya faktor pendukung bagi kegiatan bisnis pada saat ini menjadi hal yang sangat krusial dimana perusahaan-perusahaan atau para pebisnis berlomba-lomba menggunakan teknologi yang canggih untuk mendukung proses kerja bisnis mereka yang pastinya bertujuan untuk lebih efektif dan efisien kegiatan bisnis yang mereka lakukan.
B. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BISNIS
Manfaat Teknologi informasi banyak sekali yang sudah dinikmati oleh umat manusia seperti dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan yang dapat membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya dan tentunya meningkatkan kualitas hidupnya, adapun penjelasan dalam bidang tersebut adalah Penerapan Teknologi Informasi dalam Perusahaan Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja.
Salah satu pemanfaatan nya yaitu dalam perdagangan . Teknologi Informasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan internet.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-bisnis juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-bisnis ini.
E-bisnis pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website).
Contoh e-commerce antara lain :
1. Tokobagus.com
Situs jual beli Indonesia yang paling awal dikenal oleh masyarakat Indonesia, domain situs tersebut sudah terdaftar sejak 24 oktober 2013 lalu. Jadi sudah hamper 10 tahun. Untuk pemasang iklan gratis, tidak dipungut biaya. Dan penjual dan pembeli bias saling negoisasi secara langsung tanpa ada campur tangan pihak tokobagus, jadi took bagus hanyalah menyediak fasilitas website untuk memasarkan produk para penjual. Lalu darimana team tukobagus memperoleh income, untuk masalah itu adalah rahasia dari perusahaan tersebut
2. Lazada.co.id
Ini adalah situs jual beli pendatang baru dan masih memiliki 47.700 index google namun langsung melejit namanya di dunia maya maupun di masyarakat, domain lazada.co.id terdaftar baru sejak 6 maret 2012 lalu, jadi baru sekitar 1,5 tahun namun peringkat websitenya di searengine mengalahkan situs jual beli yang dating lebih awal seperti zalora.co.id yang start 2 bulan lebih awal yaitu tanggal 27 januari 2012. Lazada.co.id ini sudah bagus sistem kerjanya, sudah mirip dengan website jual beli kelas internasional yaitu Amazon.com.
3. Tokopedia.com
Situs jual beli yang sudah berdiri sejak 30 mei 2008 dan memiliki 5.330.000 index di google, sistem kerjanya mirip dengan tokobagus.com namun lebih terpercaya karena antara penjual dan pembeli tidak langsung bertransaksi langsung, namun melalui pihak tokopedia (jadi semacam rekber kalau di kaskus), pihak pembeli mengirim uang ke rekening tokopedia, dan kalau barang sudah dikirim oleh penjual dan sampai ke pembeli maka pihak tokopedia mengirim uang dari pembeli ke penjual, sistem situs ini juga dicontoh oleh bukalapak.com yang berdiri sekitar 1,5 tahun setelah tokopedia yaitu pada 9-september-2009.
Dan juga masih banyak contoh e-commerce lainnya.
C. PERAN TEKNOLOGI DALAM PERUSAHAAN
G.R. Terry menyebutkan ,ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan :
1. Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.
2. Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa keberadaan teknologi
informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.
3. Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di atas.
4. Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.
5. Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan system informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi.
D. DAMPAK DARI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Sedangkan Dampak positif dan negative dari suatu perkembangan teknologi adalah pilihan di tangan kita. Selain keuntungan yang dapat diperoleh, penggunana teknologi informasi di beberapa perpustakaan dapat menimbulkan masalah seperti:
Ø Penggunaan komputer yang bertujuan untuk memperingan dan mempercepat pekerjaan,di sisi lain bisa menimbulkan pengangguran, karena beban pekerjaan semakin berkurang dengan adanya komputer.
Ø Adanya kemungkinan penyalahgunaan data untuk kepentingan pribadi. Kemudahan pengelolaan informasi dalam bentuk pangkalan data memberi peluang untuk memindahkan data yang tadinya milik pribadi atau rahasia dapat diakses oleh orang lain.
Ø Perlindungan terhadap hak cipta seseorang sulit diwujudkan. Sebuah karya atau kumpulan data dapat dengan mudah dikopi dan dimiliki oleh orang lain tanpa seizin pemilik informasi tersebut. Terlebih jika tujuannya digunakan untuk mencari keuntungan pribadi.
Ø Ketergantungan pada komputer menimbulkan kelemahan bila listrik mati atau komputer terserang virus, maka data tidak dapat diakses.
Ø Ketidakmampuan sumber daya manusia dalam menguasai teknologi dapat menimbulkan kendala dan memunculkan anggapan bahwa teknologi justru menghambat pekerjaan.
Ø Tentu tidak tiap perpustakaan harus memiliki komputer atau menerapkan teknologi informasi dalam pengelolaannya. Semua tergantung pada kemampuan perpustakaan itu sendiri dalam mengembangkan sistem pengelolaan informasinya. Pengelolaan secara tradisional masih dimungkinkan bila sumber daya manusia atau dana belum mencukupi untuk menunjang penerapan teknologi informasi. Pada intinya besar tidaknya perpustakaan bukan diukur dari peralatan yang dimiliki, melainkan dari kandungan informasi yang dimiliki dan bagaimana pengelolaannya sehingga memudahkan pengguna untuk memperoleh informasi sekecil dan dalam bentuk apapun.
Senin, 16 Juni 2014
KOLERASI DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SAAT INI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar